Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) memberikan peluang kepada setiap satuan
pendidikan, terutama pendidikan yang dalam hal ini merupakan satu komponen yang
langsung berperan dalam proses pembelajaran.
Telah banyak
perubahan paradigma dalam proses pendidikan, kehususnya proses pembelajaran.
Proses pembelajaran menjadi lebih mementingkan peran peserta didik dan
karakteristik sumber daya yang ada pada tiap-tiap satuan pendidikan,
pembelajaran berpusat pada siswa, oleh karenanya siswalah yang diharapkan dapat
berperan aktif dalam mengeksplorasi dan menginterprestasikan pengetahuan dan
permasalahan baru yang dibandingkan dan dianalisa dengan pengetahuan baru yang
dibandingkan dan dianalisa dengan pengetahuan dasar yang telah dimiliki oleh
peserta didik.
Pembelajaran
yang berpusat pada siswa (student cehtered), cenderung lebih memperhatikan
pradiguna pendidikan saat ini, sebagaimana yang terkandung dalam KTSP. Hal ini
merupakan satu hal mengapa media pembelajaran sangat berperan dalam proses
pembelajaran.
Media
pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan
penting dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan media seharunya merupakan bagian
yang harus mendapat perhatian guru sebagai fasilitator dalam setiap kegiatan
pembelajaran. Oleh karenanya setiap pendidik perlu mempelajari bagaimana
menetapkan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian tujuan
pembelajaran dan proses belajar mengajar.
Ditinjau
dari pengertian, media pembelajaran adalah media yang digunakan dalam
pembelajaran, yaitu meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta saran pembawa
pesan dari sumber belajar ke penerima pesan belajar (siswa). Sebagai penyaji
dan penyalur pesan, media belajar dalam hal-hal tertentu bisa mewakili guru
menyajikan informasi belajar kepada siswa. Jika program media itu didesain dan
dikembangkan secara baik, maka fungsi itu akan dapat diperankan oleh media
meskipun tanpa keberadaan guru.
Brown
mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan
pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektifitas pembelajaran. Ciri khusus
media pembelajaran berbeda menurut tujuan dan pengelompokannya, ciri-ciri media
dapat dilihat menurut kemampuannya dalam membangkitkan rangsangan pada indra
penglihatan, pandangan, perabaan, penciuman, dan pengecapan. Maka ciri-ciri
umum media pembelajaran adalah bahwa media itu dapat diubah, dilihat didengar,
dan diamati melalui panca indra.
Setiap media
mempunyai karakteristik yang perlu dipahami oleh pemahamnya. Dalam memilih
media, orang perlu memperhatikan tiga hal yaitu:
- Kejelasan maksud dan tujuan pemilihan tersebut
- Sifat dan ciri-ciri media yang akan dipilih
- Adanya sejumlah media yang dapat dibandingkan, karena pemilihan media pada dasarnya adalah proses pengambilan keputusan akan adanya alternatif-alternatif pemecahan yang dituntut oleh tujuan.
Media secara
umum merupakan suatu hal yang digunakan untuk menyampaikan pesan tertentu. Agar
proses transpormasi pesan tersebut maka diperlukan kesesuaian jenis media yang
akan digunakan. Berdasarkan ulasan yang ditulis oleh Ahmat Sudrajat mengatakan
bahwa terdapat berbagai jenis media belajar diantaranya:
- Media visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik
- Media audio : radio, tape recorder, laboratorium bahasa dan sejenisnya
- Projected still media: slide, overhead, projector, in focus dan sejenisnya
- Projected motion media: film, televise, video (VCD, DVD, VTR) computer dan sejenisnya.
0 komentar:
Posting Komentar