Hubungan
Media pembelajaran dengan Dunia Pendidikan..??
Oleh : Wienda Asmara
A. Pengertian pendidikan
Pada dasarnya pendidikan
merupakan hal yang sangat penting dalam
kehidupan. Khususnya bagi peserta didik. Arti pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan tidak
bisa lepas dari kehidupan.
Akan tetapi kualitas Sumber Daya Manusia di negara kita saat ini masih sangat
rendah. Seperti Program WAJAR (Wajib Belajar) 9 tahun masih belum sepenuhnya
terlaksana. Masih banyak warga miskin yang tidak diperhatikan. Sebaiknya
pemerintah segera turun tangan untuk menangani permasalahan tersebut. Karena
setiap manusia mempunyai Hak mendapat pengajaran. Jika hal tersebut masih saja
dibiarkan, akan merusak generasi berikutnya dan Hak generasi muda tidak akan
terpenuhi. Pendidikan tentunya akan mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas baik
dari segi spritual, intelegensi dan skill dan pendidikan merupakan proses mencetak generasi penerus
bangsa. Apabila output dari proses pendidikan ini gagal maka sulit dibayangkan
bagaimana dapat mencapai kemajuan. Bagi suatu bangsa yang ingin maju, pendidik harus
dipandang sebagai sebuah kebutuhan sama halnya dengan kebutuhan-kebutuhan
lainnya. Maka tentunya peningkatan mutu pendidikan juga berpengaruh terhadap perkembangan suatu bangsa.
B. Komponen-komponen pendidikan
Komponen Pendidikan
dalam proses pembelajaran sangat
diperlukan, agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar. Komponen-komponen
yang memungkinkan terjadinya proses pendidikan yaitu sebagai berikut :
1. Tujuan pendidikan
Tujuan
pendidikan didasari oleh sifat ilmu pendidikan yang normatif dan praktis.
Sebagai ilmu pengetahuan normative, ilmu pendidikan merumuskan kaidah-kaidah,
norma-norma dan ukuran tingkah laku manusia. Sebagai ilmu pengetahuan praktis,
tugas pendidikan dalam hal ini adalah pendidik menanamkan sistem norma tingkah
laku yang dijunjung oleh lembaga pendidikan dalam masyarakat
2. Peserta didik
Anak
bukanlah seorang dewasa, sebab itu anak memiliki sifat kodrati kekanak-kanakan
yang berbeda dengan sifat hakikat kedewasaan. Pendidikan harus memperhatikan
perbedaan individual, memberikan perhatian khusus pada anak didik yang memiliki
kelainan (berkebutuhan khusus), dan penanaman sikap bertanggung jawab kepada
peserta didik.
3. Pendidikan
Salah
satu unsur pendidikan adalah pendidik. Yang termasuk kategori pendidik adalah
orang dewasa, orang tua, guru/ pendidik dan pemimpin kemasyarakatan serta
pemimpin agama.
4. Orang tua
Orang
tua sebagai pendidik .Artinya orang tua adalah pendidik utama dan yang pertama
dalam lingkungan keluarga yang berlandaskan cinta kasih kepada anak.
5. Guru/ pendidik
Guru
sebagai pendidik harus bertanggung jawab atas peserta didik. Sehingga guru
harus memberikan tauladan/ contoh yang baik kepada peserta didik. Selain itu
guru harus memiliki kemampuan intelektual.
6. Pemimpin masyarakat
Peran
pemimpin kemayarakatan adalah mengadakan pembinaan dan bimbingan kepada
masyarakat baik dalam bidang atau nilai-nilai kemasyarakatan
7. Interaksi edukatif peserta didik dan pendidik
Proses
pendidikan dapat berlangsung apabila ada interaksi antara komponen-komponen
pendidikan, terutama interaksi peserta didik dan pendidik. Interaksi ini dalam
rangka mewujudkan tujuan pendidikan yang diinginkan.
8. Isi pendidikan
Untuk mencapai tujuan pendidikan perlu
disampaikan isi/ bahan yang disebut kurikulum kepada peserta didik.
9. Lingkungan pendidikan
Lingkungan pendidikan meliputi semua segi
kehidupan dan kebudayaan. Lingkungan pendidikan dapat dikelompokkan berdasarkan
lingkungan kebudayaan, terdiri dari lingkungan idiologis, sosial politis,
sosial anthropologis, sosial ekonomi, dan lingkungan iklim geografis.
Tidak hanya
komponen-komponen diatas yang dperlukan dalam proses pembelajaran, ada salah
satu komponen utama yaitu media pembelajaran, merupakan alat
bantu dalam proses belajar mengajar yang berfungsi sebagai perantara
untuk menyalurkan pesan atau informasi dari pengirim ke penerima, baik berupa
media cetak maupun audio-visual. Media pembelajaran juga dapat merangsang
fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong
terciptanya proses belajar pada diri peserta didik. Oleh karena proses
pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu
sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting
sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi
tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga
tidak akan bisa berlangsung secara optimal. Dengan adanya media pembelajaran, itu akan
mempermudah siswa dalam menerima materi yang diajarkan guru dan Proses Belajar
Mengajar pun akan berjalan lancar, sehingga siswa akan termotivasi untuk
belajar.
C. Contoh Media pembelajaran
Ada beberapa
contoh media pembelajaran, yaitu sebagai berikut :
a. Media
gambar/miniatur
b. Media
elektronik, seperti LCD, Laptop, dan sebagainya
c. Media cetak,
seperti buku pelajaran, majalah, surat kabar, dan sebagainya
d. Human media
(guru sebagai fasilitator)
D. Perlunya Media pembelajaran dalam Proses
Belajar Mengajar
Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar
mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan
motivasi dan rangsangan kegiatan belajar. Selain itu juga dapat membantu siswa meningkatkan
pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran
data, dan memadatkan informasi. Manfaat adanya media pembelajaran dalam proses belajar mengajar, adalah
sebagai berikut :
1. Proses
pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik
2.
Siswa akan mudah menerima materi yang diajarkan guru
3. Dapat mengatasi
keterbatasan indera, ruang dan waktu
4. Dapat memberikan
kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-
Peristiwa di lingkungan
mereka
Dari penjelasan diatas, dapat kita
simpulkan bahwa media pembelajaran merupakan komponen penting dalam dunia
pendidikan yaitu proses belajar mengajar.
Penggunaan
media pembelajaran juga dapat
meningkatkan kualitas hasil belajar mengajar yang diperoleh oleh siswa karena
ketiga komponen kognitif, afektif dan psikomotorik dalam proses belajar
mengajar dapat dipacu. Penggunaan media dapat mempertinggi hasil dan prestasi
belajar siswa dan sekaligus dapat mendukung dan mendorong siswa yang memiliki
kemampuan yang terbatas dalam menerima informasi dan pesan dalam proses belajar
mengajar yang berlangsung. Efektifitas penggunaan media terhadap proses belajar
mengajar tersebut terjadi karena dalam proses penggunaannya siswa dilibatkan
tidak hanya dalam mentalnya saja akan tetapi dapat memperhatikan mereka
dan menyaksikan secara langsung informasi yang disampaikan dalam proses belajar
mengajar tersebut.